Friday, March 18, 2011

Invicus


Jika kita mendengarkan konsep Atheist, Believer dan Death dari Amerika, Opeth dari Swedia dan Obscura dari Jerman, benak kita akan tertuju pada perpaduan konsep musik progressive dan extreme metal.

Rottrevore Records, label indie yang banyak merilis band-band brutal death metal lokal, tahun 2011 ini mencoba mengangkat satu band asal Jakarta yaitu Invictus, dimana konsepnya sangat berbeda dengan kebanyakan band metal lokal yang ada di Indonesia. Band yang telah berdiri tahun 1996 dan diperkuat oleh Iman (vokal), Ucon (guitar), Amri (gitar), Ican (bass) dan Daus (drum) juga dibantu oleh
Mr. R (keyboard) dari In Memoriam.

Untuk ukuran band Indonesia, tentu saja tidak mudah untuk membawakan dan menggarap konsep perpaduan progressive, thrash dan death metal, tetapi berkat ketekunan, keseriusan dan skill yang matang dalam bermusik mereka bisa mengekspresikan karya yang luar biasa, hasilnya mereka tuangkan dalam album yang bertitel Destination Unknown.

Delapan lagu bisa kita simak dalam album tersebut, ‘Burry Me’ adalah lagu yang memadukan unsur jazz dengan death metal terutama dalam pattern gitarnya selain itu duel lead guitar yang dimainkan sangat mengutamakan harmonisasi. Kemudian dalam ‘The Bringer Of Armageddon’ mereka sangat mengedepankan pattern thrash metal walaupun ada sedikit pengaruh oldschool death metal tetapi ketukan drum yang dimainkan banyak dipengaruhi oleh pattern progressive metal. Lagu ketiga ‘When The Clock Stops’ merupakan lagu yang sangat terpengaruh oleh Atheist di album Elements (1993) dimana unsur jazz dalam permainan bass sangat kental terasa, selain itu pola permainan gitar terutama dalam lead guitar banyak dipengaruhi oleh pattern heavy metal.

‘Chaos Theory’ merupakan ekspresi yang sangat variatif dalam memainkan tempo lagu, dimana mereka secara apik dapat mengombinasikan tempo medium, hard dan heavy apalagi ketukan perkusi sangat memperkaya konsep lagu tersebut. Kesan melodic progressive metal pun bisa mereka tunjukan dalam lagu ‘A Shadow’s Life’ dimana mereka bisa menempatkan progressive terutama gitar di intro, coda maupun chorus dengan baik. Walaupun mereka mengambil konsep progressive extreme metal, namun mereka bisa memasukkan unsur power metal dalam lagu ‘How To Build A Nation’ terutama permainan lead guitar.

Kejeniusan dalam bermain musik membawa mereka tampil secara eksperimental dimana seluruh personil Invictus bebas menuangkan ekspresinya tanpa terikat oleh pattern yang ada, tentunya bisa kita simak lewat lagu ‘Tawarik Makutin’. Lagu penutup dari album ini , ‘A Crow’s Mirror’ sangat mengedepankan thrash dan death metal, sementara itu pattern jazz yang biasanya bertebaran hampir di semua lagu akhirnya dijadikan outro dalam lagu ini.

Selain pattern dan konsep musik yang mereka tawarkan secara apik dalam album Destination Unknown, penguasaan olah vokal baik growl maupun harsh vocal menjadi kekuatan yang dahsyat dalam album ini. Untuk penggemar metal yang menginginkan sesuatu yang berbeda, tidak ada salahnya untuk menyimak album Destination Unknown karena Invictus sendiri sudah teruji kemampuannya dan bisa disejajarkan dengan musisi metal dari negara lain.

0 comments:

Post a Comment